Perkandangan merupakan suatu aspek yang harus dilengkapi
peternakan yang meliputi kandang, tempat isolasi ayam yang terkena penyakit dan
peralatan kandang guna mendukung suatu peternakan. Perkandangan adalah suatu
aspek yang didalamnya terdapat kandang maupun alat-alat perlengkapan kandang
yang bersifat mendukung suatu aktivitas peternakan.
Kandang merupakan bagian inti
yang harus dimiliki peternakan, karena menunjang keberlangsungan peternakan
seperti melindungi ternak dari pengaruh buruk iklim seperti hujan, panas
matahari atau gangguan dari predator. Untuk memenuhi kebutuhan dan kenyamanan
ternak agar menghasilkan produktivitas yang baik, kandang harus memperhatikan
lokasi, konstruksi dan tipe kandang. Penyesuain kandang dengan lokasi,
konstruksi dan tipe akan membuat ternak menjadi nyaman sehingga dapat
memaksimalkan produktivitasnya.
TUJUAN DAN MANFAAT
Praktek Kerja
Lapangan bertujuan untuk menambah informasi, pengetahuan, dan pengalaman, serta
wawasan mengenai manajemen perkandangan secara umum di PT. Patriot Intan Abadi Bogor,
Jawa Barat. Manfaat yang dapat diperoleh dari praktek kerja lapangan adalah
dapat mengetahui, memperoleh tambahan wawasan, pengetahuan, ketrampilan,
pengalaman dalam bidang manajemen pemeliharaan ayam broiler dan manajemen
perkandangan sebagai bekal pengalaman kerja nantinya, serta membandingkan teori
dengan praktek yang dikembangkan di PT. Patriot Intan Abadi Bogor, Jawa Barat.
TINJAUAN PUSTAKA
Pembibitan Ayam
Broiler
Ayam broiler
merupakan ayam tipe berat pedaging yang lebih muda dan berukuran lebih
kecil. Ayam broiler ditujukan untuk menghasilkan daging dan menguntungkan
secara ekonomis. Ayam broiler tumbuh sangat cepat sehingga dapat dipanen pada
umur 6-7 minggu. Sifat pertumbuhan yang sangat cepat ini dicerminkan dari
tingkah laku makannya yang sangat lahap (Pratama, 2008). Ayam broiler merupakan
jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya
produktivitas tinggi terutama dalam memproduksi daging. Ayam pedaging
(broiler) memiliki banyak strain. Strain merupakan istilah untuk jenis ayam
yang telah mengalami penyilangan dari bermacam-macam bangsa sehingga tercipta
jenis ayam baru dengan nilai ekonomi produksi tinggi dan bersifat turun temurun
(Santoso dan Sudaryani, 2011). Ayam broiler merupakan ayam pedaging yang
mengalami pertumbuhan pesat pada umur 1-5 minggu. Pada umumnya di Indonasia
ayam broiler sudah dipasarkan pada umur 5-6 minggu dengan berat 1.3-1.6 kg,
walaupun laju pertumbuhannya belum maksimum karena ayam broiler dengan berat
kurang dari 1.3 kg mengalami kesulitan dalam pemasarannya (Rahmadani,
2009).
Manajemen
Perkandangan dan Tenaga Kerja
Perkandangan adalah
suatu aspek yang didalamnya terdapat kandang maupun alat-alat perlengkapan
kandang yang bersifat mendukung suatu aktivitas peternakan. Perkandangan
merupakan suatu aspek yang harus dilengkapi peternakan yang meliputi kandang,
tempat isolasi ayam yang terkena penyakit dan peralatan kandang guna mendukung
suatu peternakan (Zainuddin, 2014). Kandang merupakan bagian inti yang harus
dimiliki peternakan, karena menunjang keberlangsungan peternakan seperti
melindungi ternak dari pengaruh buruk iklim seperti hujan, panas matahari atau
gangguan dari predator. Untuk memenuhi kebutuhan dan kenyamanan ternak agar
menghasilkan produktivitas yang baik, kandang harus memperhatikan lokasi,
konstruksi dan tipe kandang (Fadilah, 2013). Penyesuain kandang dengan lokasi,
konstruksi dan tipe akan membuat ternak menjadi nyaman sehingga dapat
memaksimalkan produktivitasnya. Terdapat dua fungsi kandang bagi ternak yaitu
sebagai fungsi primer dan fungsi sekunder. a. Fungsi Primer. Secara makro,
kandang untuk tempat tinggal dan berlindung dari cuaca, dan gangguan predator.
Secara mikro, kandang berfungsi menyediakan lingkungan yang nyaman agar ternak
terhindar dari cekaman (stress). b. Fungsi sekunder, kandang berfungsi tempat
bekerja bagi peternak untuk melakukan kegiatan harian dalam melakukan
pemeliharaan ternak (Murni, 2009). Pembangunan kandang harus memperhatikan tiga
faktor penting, yaitu: faktor biologis ternak, faktor teknis / engineering, dan faktor
ekonomis (Suprijatna, 2008).
Kontruksi Kandang
Kandang merupakan
unsur penting dalam menentukan keberhasilan suatu usaha peternakan ayam karena
kandang merupakan tempat hidup ayam sejak usia awal sampai berproduksi. Kandang
harus memenuhi semua persyaratan yang dapat menjamin kesehatan serta
pertumbuhan yang baik bagi ayam yang dipelihara. Faktor konstruksi yang
dituntut untuk kandang ayam yang baik meliputi ventilasi, dinding kandang,
lantai, atap kandang dan bahan bangunan kandang (Sholikin, 2011). Kontruksi
kandang dapat dilihat dari atap kandangnya, atap kandang hendaknya tidak
terbuat dari seng atau bahan lain yang dapat menimbulkan panas dalam
ruangan,lebih praktis jika atap terbuat dari genting dan tidak dianjurkan
pembuatan kandang terlalu pendek karena dapat menyebabkan panas dalam ruangan
(Malik, 2001).
Lokasi Kandang
Lokasi kandang
harus perlu mendapat perhatian serius karena secara tidak langsung akan
mempengaruhi hasil produksi. Beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian
antara lain aspek lingkungan, struktur dan kondisi tanah (Suprijatna, 2008). Lokasi
kandang yang baik adalah sumber air bersih mudah diperoleh, topografi, tekstur
tanah, sarana transportasi mudah terjangkau, sirkulasi udara lancer, jarak dari
lingkungan perumahan penduduk tidak terlalu dekat (Murni, 2009).
Peralatan Kandang
Peralatan kandang
yang digunakan untuk usaha peternakan ayam pedaging adalah tempat pakan, tempat
minum, induk buatan atau brooder, tirai dan
penyekat kandang (Nuroso, 2012). Peralatan kandang yang dibutuhkan
dalam pemeliharaan ayam broiler antara lain instalansi air minum (sumur,
pompa air, saluran air, drum penampungan, dan tempat minum otomatis),
instalansi tempat pakan, instalasi listrik, tirai atau layar, alat litter, instalansi
pemanas, pelindung indukan atau chick guard dan peralatan lain misalnya
bak celup kaki. Selain itu gudang juga diperlukan untuk mendukung dalam usaha
ayam broiler, gudang merupakan tempat penyimpanan, ada dua jenis gudang yaitu
gudang pakan dan gudang peralatan (Santoso dan Sudaryani, 2011).
Tipe Kandang
Tipe perkandangan
biasa menggunakan kandang yang terbuka (open house) dan kandang tertutup
(close house). Kandang yang terbuka menyatu langsung dengan alam jadi
tidak dapat mengatur stabilitas lingkungan kandang sedangkan kandang tertutup
dapat mengatur stabilitas dalam kandang seperti menyesuaikan kelembaban dan
suhu dalam kandang. Close
House merupakan tipe
kandang yang seluruh ventilasinya tertutup dan kebutuhan udara, kelembaban
maupun suhu diatur didalamnya serta memiliki kondisi yang berbeda dengan
keadaan diluar kandang (Dewanti et
al., 2014).
Pembangunan Kandang
Pembangunan
perkandangan diperlukan suatu perencanaan yang baik. Perencanaan tersebut perlu
mempertimbangkan syarat bangunan perkandangan meliputi : a. Dinding
kandang dapat terbuat dari papan, bilah bambu, ram kawat. Dinding kandang tidak
boleh terlalu rapat, hal ini dimaksudkan untuk keleluasaan sirkulasi udara
kandang, dan tidak boleh terlalu jarang sehingga predator tidak dapat masuk
kedalam kandang. b. Arah kandang sebaiknya membujur timur - barat. Hal ini dimaksudkan
agar ayam tidak terlalu kepanasan, tetapi pagi hari masih dapat memperoleh
sinar mata hari, c. Tinggi tiang tengah keatap minimal 6-7 meter dan tiang tepi
minimal 2,5 - 3 meter, hal ini berhubungan dengan sirkulasi udara dalam
kandang, lebar kandang maksimal 6 - 8 m. d. Atap kandang dirancang sesuai
dengan fungsinya yaitu melindungi bangunan beserta isinya dari hujan, panas
matahari atau angin. e. Lantai kandang sebaiknya disemen kasar sehingga mudah
dibersihkan dan akan mengurangi dari bahaya penyakit coccidiosis (Murni, 2009).
Bahan dasar kandang terbuat dari kayu jati, mauni dan gelugur sedangkan lantai
dan dinding terbuat dari bata dan kawat. Atap terbuat dari asbes yang sangat
cocok untuk segala jenis ternak (Dahlan, 2011). Bangunan kandang akan lebih
baik apabila dilengkapi dengan perlengkapan kandang seperti tempat pakan dan
tempat minum, alat pemanas, tirai kandang, litter dan pagar pembatas (Murni,
2009). Perlengkapan kandang harus memadai baik kuantitas maupun kualitasnya.
Kandang dengan tipe litter pengelolaannya lebih mudah dan praktis, hemat tenaga
dan waktu, lantai kandang relatif tahan lama, lantai tidak mengakibatkan
telapak kaki ayam terluka, dan mengeras serta litter merupakan media yang baik
untuk mencakar-cakar debu atau mandi debu yang memberikan kenyamanan bagi ayam
(Suprijatna, 2008).
MATERI DAN METODE
Materi
Materi yang digunakan dalam Praktek Kerja
Lapangan ini adalah Ayam Broiler (Parent Stock) di Unit Poultry
Breeding PT. Patriot Intan
Abadi Bogor, Jawa Barat dengan mengamati manajemen perkandangan yang diterapkan
pada ayam broiler.
Metode
Metode yang
digunakan dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ini adalah dengan ikut
berpartisipasi aktif dan mengamati secara langsung kegiatan-kegiatan manajemen
pemeliharaan yang diterapkan oleh PT. Patriot Intan
Abadi Bogor, Jawa Barat. Melakukan observasi dengan mewawancarai para karyawan maupun staf
berdasarkan kuisioner yang sudah disiapkan sebelumnya. Mencari data - data
yang mendukung seputar manajemen pemeliharaan dan seputar perusahaan.
Menganalisis data yang sudah didapat dengan membandingkannya dengan
pustaka-putaka yang akhirnya menyusun laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
DAFTAR PUSTAKA
Dewanti A., C., P.,
E., Santosadan K., Nova. 2014. Pengaruh berbagai jenis bahan litter terhadap
respon fisiologis broiler fase finisher di closed house. JurnI lm Pet Terpadu. 3 (2).
Dahlan, M., dan N.
Hudi. 2011. Studi Manajemen Perkandangan Ayam Broiler di Dusun Wangket Desa
Kaliwates Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan. Fakutas Peternakan,
Universitas Islam Lamongan. Lamongan. 2 (1) : 24 – 29.
Fadilah, R. 2013.
Super Lengkap Beternak Ayam Broiler. Agromedia Pustaka,
Jakarta.
Murni, M. C. 2009.
Mengelola Kandang dan Peralatan Ayam Pedaging. Departemen Peternakan, Cianjur.
Nuroso. 2012.
Pembesaran Ayam Kampung Pedaging. Penebar Swadaya, Jakarta.
Malik, A., 2001. Buku Ajar Manajemen
Ternak Unggas. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.
Pratama, J. A.
2008. Nilai Energi Metabolis Ransum Ayam Broiler Periode Finisher yang Disuplementasi
dengan DL-Metionin. Program Studi Ilmu Nutrisi Dan Makanan Ternak
Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. (Skripsi).
Rahmadani, V. 2009.
Pengaruh Ketinggian Lokasi Kandang Energi Metabolis Broiler Penderita dan
Kandungan Ransum terhadap Organ Fisiologis Ayam Sindroma Slow Growth
Fakultas Peternakan Universitas Andalas. (Skripsi).
Santoso, H dan T.
Sudaryani. 2011. Pembesaran Ayam Pedaging Hari per Hari di Kandang Panggung
Terbuka. Penebar Swadaya, Jakarta.
Sholikin, H. 2011.
Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler di Peternakan UD Hadi PS Kecamatan Nguter
Kabupaten Sukoharjo. Fakultas Peternakan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
(Tugas Akhir).
Suprijatna, E.,
Umiyati., A. dan Sudjana, R. K. 2008. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya,
Jakarta.
Zainuddin D. 2014.
Strategi pemanfaatan pakan sumberdaya lokal dan perbaikan manajemen ayam lokal.
Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi Pengembangan Ayam Lokal.
Posting Komentar